Adsense

{\rtf1\ansi\ansicpg1252 {\fonttbl\f0\fnil\fcharset0 CourierNewPSMT;} {\colortbl;\red255\green255\blue255;\red0\green0\blue0;\red255\green255\blue255;\red34\green34\blue34; } \deftab720 \itap1\trowd \taflags0 \trgaph108\trleft-108 \trbrdrt\brdrnil \trbrdrl\brdrnil \trbrdrt\brdrnil \trbrdrr\brdrnil \clvertalc \clshdrawnil \clwWidth10080\clftsWidth3 \clmart10 \clmarl10 \clmarb10 \clmarr10 \clbrdrt\brdrnil \clbrdrl\brdrnil \clbrdrb\brdrnil \clbrdrr\brdrnil \clpadt100 \clpadl100 \clpadb100 \clpadr100 \gaph\cellx8640 \pard\intbl\itap1\pardeftab720\partightenfactor0 \f0\fs24 \cf2 \cb3 \expnd0\expndtw0\kerning0 \outl0\strokewidth0 \strokec2 \uc0\u8234 \uc0\u8236 \ \uc0\u8236 \ \uc0\u8236 \ \uc0\u8236 \cell \lastrow\row}

Minggu, 07 September 2008

Jangan membiasakan menjepit telpon





Tonjolan tulang dapat memutuskan saluran pembuluh darah dan memicu stroke. Peringatan berikut ini mungkin perlu diperhatikan benar oleh para sekretaris, operator, konsultan, dokter dan para karyawan / wati  yang sering menggunakan telepon. 

Ingat, janganlah terlampau sering melepaskan gagang telepon dari tangan Anda dan meletakkannya di antara pundak dan telinga, sementara tangan melakukan aktivitas lain. Konon, perilaku semacam itu bisa menyebabkan stroke. Demikian dikemukakan seorang ahli syaraf asal Perancis pada Jurnal Kesehatan beberapa waktu lalu. 
Seorang psikiater yang biasa berbicara lewat telepon yang terjepit di telinga kiri dan pundaknya lebih dari satu jam, dilaporkan menderita stroke ringan. Kejadian naas itu terjadi akibat adanya tonjolan tulang yang memutuskan saluran pembuluh nadi. Menurut tim dokter yang meneliti kasus tersebut, pria berusia 43 tahun yang terbiasa berbicara dengan pasien-pasiennya pada mulanya sehat-sehat saja. 

Namun seusai memberikan konsultasi kepada pasiennya, si psikiater ini mengeluhkan kebutaan sementara pada mata kirinya, telinga kirinya pun seperti merasakan sebuah dengung. Tak hanya itu, dia pun mengaku kesulitan untuk berbicara. Kondisi ini menunjukkan bahwa dirinya menderita stroke ringan. 

Dari hasil pemindaian tampaklah adanya sobekan pada dinding arteri bagian dalam dari organ tubuh si pria tadi. Sobekan tadi jelas mempengaruhi saluran pengiriman darah yang menuju ke otak. Seperti diketahui, pada tubuh manusia terdapat dua kelenjar arteri yang bertugas menyalurkan darah yang mengandung oksigen dari jantung menuju kepala dan leher. Kedua saluran arteri tersebut naik di kedua sisi leher, dari jantung menuju otak. Pada gambarscanning tampaklah adanya sebuah peruncingan tulang yang lazim di sebut sebagai proses stiloid, yang menyebabkan adanya kontak antara tulang (pada bagian leher) dengan arteri. 
Sebenarnya, setiap orang memiliki dua tulang stiloid ini. Keduanya menonjol dari dua sisi tulang tengkorak, tepat di bawah telinga dan di belakang tulang rahang. Namun, tulang yang dimiliki psikiater tadi lebih panjang dari biasanya. 

Mathieu Zuber, ahli syaraf dari rumah sakit Saint Anne, Paris mengatakan "Untungnya pasien ini hanya mengalami serangan insemik berkala atau terjadi penghentian suplai darah menuju otak yang kurang dari 24 jam". Dengan begitu, hanya stroke ringanlah yang menyerang psikiater yang biasa bertelepon dengan pasiennya tadi. "Namun, kejadian ini menunjukkan kepada kita bahwa aktivitas setiap hari yang melibatkan penyimpangan agak lama di bagian leher, seperti menggunakan telepon dengan menghimpit antara telinga dan pundak, bisa menimbulkan masalah yang tidak terduga bagi sebagian orang," tambahnya. 
Ia menambahkan, psikiater tersebut tidak mengalami gejala stroke terlalu lama. Namun, sejak kejadian itu, ia tidak mau lagi melakukan pembicaraan dengan cara menghimpit telepon di antara telinga dan pundaknya saat melayani keluhan pasien-pasiennya. oleh sebab itu mulai dari sekarang hilangkan kebiasaan tersebut. "Lebih baik mencegah sebelum hal itu terjadi pada kita semua". Keep your health...

Jumat, 15 Agustus 2008

People

Hariman Bahtiar (whrstheluv@yahoo.com) has posted a new blog entry.

Blog EntryPeopleAug 15, '08 2:30 AM
for everyone
People,
You are a human
you made from ground
The ground thar you are steping on
you come from a lowest place
But why you bluff?

People,
You are a human
You created from sperm
 that came out from disgusted ureter
But, why you so arrogant?

Remember,
Allah hates an arrogant and plum man
You should be prayed
back to your you first time you came...
You should pray
Close to a place where you came from

By. N.R.Senja (Percikan Iman, No.08 Th. IX Agustus 2008)




Add a Comment
   




Copyright 2008 Multiply Inc, 6001 Park of Commerce, Boca Raton, FL 33487, USA
Stop e-mails, view our privacy policy, or report abuse: click here

Minggu, 03 Agustus 2008

Bandung 10 Agust 2008



Aku bukan pengamat politik, tapi aku tidak bodoh2 amat untuk sekedar tahu bahwa pada tanggal 10 Agustus 2008 kota ku akan mengadakan hajatan besar, pemilihan walikota secara langsung yang pertama. 3 pasang calon yang ada, Dada Rosada-Ayi Vivananda, Taufikurahman-Abu Syauqi dan Hudaya Prawira-Nahadi beberapa hari terakhir disibukkan untuk berkampanye, sementara itu para kader dan simpatisannya sibuk menempel poster kampanye mereka. Entah nanti jika telah selesai siapa yang harus bertanggung jawab membersihkannya.
Beberapa waktu yang lalu di sebuah surat kabar disebutkan, dalam 3 tahun ke belakang, jika di rata-ratakan maka untuk seluruh wilayah Indonesia pelakasanaan pilkada yang telah terselenggara adalah 1 kali dalam 3 hari. Luar biasa, mungkin kita tidak pernah sadar akan hal ini. Entah berapa rupiah yang telah dikeluarkan, untuk sebuah demokrasi. Dalam pikiran saya sebagai orang awam, pasti mahal sekali, apakah tidak sebaiknya uang bermilyar-milyar tersebut digunakan untuk kesejahteraan masyarakat saja? apakah tidak sebaiknya pelaksanaan pilkada ditunda saja hingga perekonomian bangsa ini stabil?
Ah kenapa aku harus ikut pusing, toh tugas aku sekarang mudah saja kok, datang ke tempat pemilihan dan coblos sesuai pilihan, nomor 1...nomor 2...nomor 3...atau tidak sama sekali...

Selasa, 29 Juli 2008

Aisha Farishta Raeka

Aisha : istri Rasulullah saw
Farishta : bidadari
Raeka : unik, cantik

Lahir`Rabu, 26 Septemcer 2007 pukul 05.55 di RS. Hermina Pasteur Bandung, semoga menjadi anak yang sholeh, cerdas dan terbuka hatinya untuk menerima nasehat yang benar.

Rabbii hablii milla dunka dzurriyyatan thayyibatan innaka samiiuud du'aa

Thariq bin Ziyad dan perahu

Sebagian ahli sejarah berpendapat batalnya riwayat yang menyebutkan,bahwa Thariq membakar perahu dan mereka beralasan dengan dalil-dalil berikut ini:

  1. Sesungguhnya berita tentang pembakaran, tidak seorang pun yang menyebutkan baik dari tentaranya Thariq bin Ziyad atau orang yang hidup semasa dengannya, akan tetapi pernyataan ini dikatakan setelah meninggalnya Thariq bin Ziyad berabad-abad lamanya.
  2. Thariq tidak mengatakan,"sesungguhnya aku telah membakarperahu-perahu" atau memerintahkan hal itu, akan tetapi sebagian`mutaakh-khirin (generasi belakangan ini) memahami hal itu darikhutbahnya yang disampaikan yang berbunyi:"Wahai sekalian manusiadimana tempat kamu lari? Lautan di belakang kali n dan musuh di depan`kalian". Lalu mereka memahami dari perkataan ini, bahwa laut dibelakang mereka dan tidak ada sarana untuk membawa mereka kepada musuhyang menyerang dari arah barat, ini adalah pemahaman yang keliru, padahakekatnya perahu-perahu itu bukan milik Thariq bagaimana mungkin diabertindak sekehendak hati.
  3. Tidak seorang pun dari pemimpinnya menghukum Thariq (atastindakannya), baik itu pemimpin umum Musa bin Nushair atau Khalifahal-Walid bin Abdul Malik.
  4. Apakah tidak mungkin bagi Thariq kalau dia menyuruh (membiarkan) perahu-perahu lalu mendatangi musuh dari arah barat lalu dia mampumeraih kemenangan sedang itu lebih utama daripada dia harus membakarnya dan merugikan kaum muslimin.
  5. Apakah Thariq tidak mengharapkan bantuan? dan inilah yang terjadi,lalu dengan alat apa bantuan ini dapat diangkut? Pada dasarnya bantuan ini dapat diangkut dengan perahu-perahu tersebut.
  6. Darimana Musa bin Nushair bisa membawa perahu-perahu yang mengangkutnya ke Andalus bersama sisa pasukannya ketika dia khawatir akan nasib kaum muslimin yang masuk terlalu jauh ke dalam Andalus? Sungguh proses pemindahan itu bersandarkan pada perahu itu sendiri.
  7. Tidak mungkin bagi pemimpin yang berpandangan jauh seperti Thariq tidak memikirkan masa yang akan datang lalu membiarkan pasukannya yang kecil di negara Andalus yang sangat luas. Andalus dibelakangnya Eropa, negara yang senantiasa ingin menikam dan dengki serta menunggu kesempatan untuk menerkamnya.
  8. Dengan membakar perahu-perahu itu, bukan merupakan cara yang tepat untuk membangkitkan semangat pada diri kaum muslimin. Sungguh mereka telah mengetahui, bahwa tujuan jihad adalah salah satu dari dua kebaikan (yaitu mendapat kemenangan atau mati syahid).
  9. Pembakaran perahu itu tidak banyak berguna tatkala hal ini menimbulkan efek samping negatif dalam jiwa muslimin.


Sesudah membawakan dalil-dalil seperti ini, peneliti sampai pada sebuah kesimpulan yaitu: "kalau begitu Thariq tidak membakar perahu-perahu dan perahu-perahu tersebut masih tetap ada pada orang-orang muslim (pasukannya), dan bantuan ke Andalus dapat disalurkan melalui perahu-perahu tersebut dan pemimpin mereka bersama sisa pasukan dapat pergi ke Andalus dengan perahu tersebut juga.

Masalah pembakaran perahu-perahu adalah perkara yang dibuat-buat oleh sebagian mereka untuk memunculkan ruh pengorbanan dan keberanian pada Thariq. Mereka yang mensponsori berita ini adalah mereka yang mempunyai target-target ke depan dalam memotivasi umat Islam agar menyelisihi Islam dan melakukan aksi tanpa perhitungan, dan melarang kaum muslimin dalam memakai peralatan-peralatan canggih dalam berperang dan kalaupun menggunakannya tanpa batas dan memusnahkan.


Dari seorang teman

(Mafhumat Asasiyah fi at-Tharikh al-Islam ditulis oleh Mahmud Syakir, majalah al-Faishal no. 163, at-Tarikh al-Andalusi oleh Dr. al-Haji hal. 62, lihat buku "Qishashu La Tastbut" oleh Masyur Hasan, hal 95-109)

Dikutip dari buku Sorotan Total Ulama Salaf, Koreksi hadits-hadits, Filosof, Sastrawan, Kisah dan Kitab-kitab populer, oleh 'Abdul 'Aziz bin Muhammad as-Sadhan, Pustaka as-Sunnah.

Jumat, 11 Juli 2008

Untuk siapa marahku...?

Sambil menghela nafas, ku teruskan bacaan ku.
Agak kesal, 30 menit menunggu, mobil yang menghalangi Karimun D 1619 ET ku masih belum dipindahkan. Syeitan pun dengan lugas masuk ke dalam otakku, "Dasar tidak punya teposeliro ! Mentang-mentang pejabat...!"

Astaghfirullah, mengapa dengan mudah tersebersit dugaan seperti itu, ah...mungkin saja beliau sedang ada urusan yang tidak dapat ditinggalkan, positifnya, berlembar-lembar halaman Majalah Percikan Iman dapat ku selesaikan.......

Sambil terus membaca, aku teringat dengan beberapa kejadian yang membuatku kesal...
Untuk apa aku marah? Toh tidak menyelesaikan permasalahan bahkan mungkin malah memperkeruh suasana.

Sebagaian orang berpendapat marah adalah jalan untuk melampiaskan emosi, melegakan hati, menumpahkan kekesalan sehingga hati ini merasa lega kembali. Walau dengan menyakiti orang yang menjadi pelampiasan emosi kita. Lebih ekstrim, memendam amarah dapat menyebabkan penyakit darah tinggi bahkan stroke. Wah..!!

Aku tidak setuju dengan pendapat itu. Apakah emosi kesal itu hanya dapat diredakan dengan marah? Justru aku lebih memilih diam saat kesal, dengan diam semua akan segera berlalu. Tanpa ada yang harus disakiti. Bukankan sabar itu tidak berbatas.

Rasul mencontohkan, segera ucapkan ta'awudz saat kita kesal, jika tidak reda, ambil air wudlu, jika tidak reda juga, dirikan shalat dua rakaat. Insya Allah emosi akan mereda.

. . . . .

Akhirnya sang pemilik mobil pun datang, dengan sopan beliau meminta maaf, bos besar mengharuskan beliau untuk menghadap sehingga tidak dapat keluar pada waktunya.

Alhamdulilah, sekali lagi aku menang... aku tidak marah, karena marahku memang tidak untuk siapa-siapa.