Adsense

{\rtf1\ansi\ansicpg1252 {\fonttbl\f0\fnil\fcharset0 CourierNewPSMT;} {\colortbl;\red255\green255\blue255;\red0\green0\blue0;\red255\green255\blue255;\red34\green34\blue34; } \deftab720 \itap1\trowd \taflags0 \trgaph108\trleft-108 \trbrdrt\brdrnil \trbrdrl\brdrnil \trbrdrt\brdrnil \trbrdrr\brdrnil \clvertalc \clshdrawnil \clwWidth10080\clftsWidth3 \clmart10 \clmarl10 \clmarb10 \clmarr10 \clbrdrt\brdrnil \clbrdrl\brdrnil \clbrdrb\brdrnil \clbrdrr\brdrnil \clpadt100 \clpadl100 \clpadb100 \clpadr100 \gaph\cellx8640 \pard\intbl\itap1\pardeftab720\partightenfactor0 \f0\fs24 \cf2 \cb3 \expnd0\expndtw0\kerning0 \outl0\strokewidth0 \strokec2 \uc0\u8234 \uc0\u8236 \ \uc0\u8236 \ \uc0\u8236 \ \uc0\u8236 \cell \lastrow\row}

Jumat, 11 Juli 2008

Untuk siapa marahku...?

Sambil menghela nafas, ku teruskan bacaan ku.
Agak kesal, 30 menit menunggu, mobil yang menghalangi Karimun D 1619 ET ku masih belum dipindahkan. Syeitan pun dengan lugas masuk ke dalam otakku, "Dasar tidak punya teposeliro ! Mentang-mentang pejabat...!"

Astaghfirullah, mengapa dengan mudah tersebersit dugaan seperti itu, ah...mungkin saja beliau sedang ada urusan yang tidak dapat ditinggalkan, positifnya, berlembar-lembar halaman Majalah Percikan Iman dapat ku selesaikan.......

Sambil terus membaca, aku teringat dengan beberapa kejadian yang membuatku kesal...
Untuk apa aku marah? Toh tidak menyelesaikan permasalahan bahkan mungkin malah memperkeruh suasana.

Sebagaian orang berpendapat marah adalah jalan untuk melampiaskan emosi, melegakan hati, menumpahkan kekesalan sehingga hati ini merasa lega kembali. Walau dengan menyakiti orang yang menjadi pelampiasan emosi kita. Lebih ekstrim, memendam amarah dapat menyebabkan penyakit darah tinggi bahkan stroke. Wah..!!

Aku tidak setuju dengan pendapat itu. Apakah emosi kesal itu hanya dapat diredakan dengan marah? Justru aku lebih memilih diam saat kesal, dengan diam semua akan segera berlalu. Tanpa ada yang harus disakiti. Bukankan sabar itu tidak berbatas.

Rasul mencontohkan, segera ucapkan ta'awudz saat kita kesal, jika tidak reda, ambil air wudlu, jika tidak reda juga, dirikan shalat dua rakaat. Insya Allah emosi akan mereda.

. . . . .

Akhirnya sang pemilik mobil pun datang, dengan sopan beliau meminta maaf, bos besar mengharuskan beliau untuk menghadap sehingga tidak dapat keluar pada waktunya.

Alhamdulilah, sekali lagi aku menang... aku tidak marah, karena marahku memang tidak untuk siapa-siapa.

Tidak ada komentar: