

Aku bukan pengamat politik, tapi aku tidak bodoh2 amat untuk sekedar tahu bahwa pada tanggal 10 Agustus 2008 kota ku akan mengadakan hajatan besar, pemilihan walikota secara langsung yang pertama. 3 pasang calon yang ada, Dada Rosada-Ayi Vivananda, Taufikurahman-Abu Syauqi dan Hudaya Prawira-Nahadi beberapa hari terakhir disibukkan untuk berkampanye, sementara itu para kader dan simpatisannya sibuk menempel poster kampanye mereka. Entah nanti jika telah selesai siapa yang harus bertanggung jawab membersihkannya.
Beberapa waktu yang lalu di sebuah surat kabar disebutkan, dalam 3 tahun ke belakang, jika di rata-ratakan maka untuk seluruh wilayah Indonesia pelakasanaan pilkada yang telah terselenggara adalah 1 kali dalam 3 hari. Luar biasa, mungkin kita tidak pernah sadar akan hal ini. Entah berapa rupiah yang telah dikeluarkan, untuk sebuah demokrasi. Dalam pikiran saya sebagai orang awam, pasti mahal sekali, apakah tidak sebaiknya uang bermilyar-milyar tersebut digunakan untuk kesejahteraan masyarakat saja? apakah tidak sebaiknya pelaksanaan pilkada ditunda saja hingga perekonomian bangsa ini stabil?
Ah kenapa aku harus ikut pusing, toh tugas aku sekarang mudah saja kok, datang ke tempat pemilihan dan coblos sesuai pilihan, nomor 1...nomor 2...nomor 3...atau tidak sama sekali...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar